Description of Works
MEMBANGUN NARASI INKLUSIF: KONSTRUKSI REPRESENTASI STANDAR KECANTIKAN “CANTIK ITU TIDAK HARUS PUTIH” KEPADA REMAJA MELALUI KAMPANYE SOSIAL #DIVERSEANDDIVINE Abstrak Dalam masyarakat Indonesia, standar kecantikan sering kali terjebak dalam pandangan sempit yang mengutamakan kulit putih sebagai simbol kecantikan ideal. Fenomena ini menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari tekanan sosial hingga diskriminasi terhadap individu dengan warna kulit yang berbeda. Kampanye ini berfokus pada upaya untuk meruntuhkan pandangan tersebut dan membangun narasi yang lebih inklusif, di mana setiap warna kulit dianggap indah dan bernilai. Melalui berbagai pendekatan edukatif, baik onsite maupun online, kampanye ini mengajak generasi muda untuk lebih menerima diri dan merayakan keberagaman fisik yang ada. Dengan memperkenalkan konsep baru tentang kecantikan yang melampaui batasan warna kulit, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami pentingnya keberagaman dan mengurangi stigma yang mengarah pada diskriminasi warna kulit. Kata Kunci: standar kecantikan, inklusivitas, keberagaman, warna kulit, kampanye. Team Member: 2502002715 – HAFIZ WIJAYA YUSUF (Binus Alam Sutera) 2501960392 – SUBASH RAJ GANESAN (Binus Alam Sutera) 2501970960 – CHRISTOVAL GUNAWAN (Binus Alam Sutera)
Presence:
2026
By:
HAFIZ WIJAYA YUSUF; SUBASH RAJ GANESAN; CHRISTOVAL GUNAWAN