Era globalisasi saat ini membuat rivalitas dalam bidang usaha semakin dinamis dengan penuh ketidakmenentuan. Kompetisi seperti ini tidak bisa dihindari dan dapat terjadi di hampir semua sektor industri. Untuk menjadikan perusahaan unggul, pengola harus menggerakan semua karyawannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan. Maka sudah seharusnya pengola perusahaan harus berinovasi agar dapat bertahan dari tingginya persaingan tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kedekatan antar karyawan dan mendorong inovasi adalah dengan melakukan komunikasi interpersonal yang baik. Komunikasi interpersonal sendiri merupakan komunikasi tatap muka antara dua orang atau banyak, yang menjadikan setiap peserta untuk mengerti pendapat atau informasi dari orang lain. (Karina & Rustiana, 2019) Tentu banyak keterkaitan yang tidak bisa lepas dari kehidupan berorganisasi untuk membangun hubungan kerja. Hubungan kerja sendiri adalah penentu untuk membentuk lingkungan kerja, dengan ini diharapkan agar karyawan terdorong untuk melakukan pekerjaan lebih optimal.

Komunikasi interpersonal antara karyawan diartikan sebagai proses mengirim dan menerima pesan antara karyawan di suatu perusahaan dengan langsung atau melalui perantara media. Komunikasi interpersonal memungkinkan pengiriman dan penerimaan pesan verbal atau non-verbal, lisan atau tulisan, dan bisa sepihak ataupun dua arah. Dengan adanya komunikasi interpersonal antar karyawan sebagai pembangun hubungan kerja, dapat meningkatkan kinerja dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, harmonis, serta nyaman bagi karyawan. (Safitri dkk., 2019)

Komunikasi interpersonal juga memegang peranan penting dalam pekerjaan, karena dapat memungkinkan kita untuk menghindari kesalahpahaman dan menyelesaikan masalah di tempat kerja atau masalah komunikasi selama bekerja karena perbedaan budaya, bahasa, dan latar belakang agama. Penyelesaian masalah dalam setiap kesulitan atau hambatan dalam pekerjaan dapat dicarikan solusinya melalui hubungan interpersonal antar karyawan. (Pratiwi dkk., 2020) Komunikasi interpersonal juga berperan untuk mengkoordinasikan pekerjaan atau pemahaman seorang karyawan dengan tujuan bisnis utama perusahaan dan komunikasi interpersonal dapat membentuk kepercayaan antar karyawan secara bersamaan karena adanya saling pengertian. Berikut adalah pentingnya peranan komunikasi interpersonal dalam dunia kerja, yaitu:

  1. Menemukan solusi untuk memecahkan masalah

Diasumsikan bahwa pertukaran ide dan informasi membuka jalan yang sinergis bagi semua personel dalam suatu perusahaan atau organisasi untuk berdiskusi dan mencari solusi. Hanyalah mungkin untuk menemukan solusi dan kemudian mengimplementasikannya ketika ide dibagikan dan konsensus umum telah tercapai. Dengan begitu manajemen konflik di departemen atau bagian perusahaan akan mudah dikelola melalui komunikasi interpersonal. Alasannya, konflik-konflik yang timbul perlu didiskusikan untuk mengetahui asal-usul dan perkembangan konflik-konflik tersebut dan kemudian menemukan pusat atau proses rekonsiliasi tertentu.

  1. Menjadikan manajemen dan membuat kepemimpinan yang efektif

Komunikasi interpersonal merupakan hal utama yang dapat digunakan manajer atau supervisor untuk membangun kepemimpinannya dan dapat secara efektif mengelola dan mengarahkan kinerja operasional karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Juga diasumsikan bahwa keefektifan para manajer ini dalam hubungan interpersonal berperan dalam proses penyelesaian konflik dan mengarahkan solusi mengenai kinerja karyawan. Karena pemimpin yang sukses akan memberikan ruang bagi pendapat karyawannya dan terbuka terhadap segala gagasan, disinilah komunikasi interpersonal berperan penting dalam mengungkapkan dan memahami gagasan.

  1. Penyelarasan dengan tujuan atau visi misi dari perusahaan

Melalui komunikasi interpersonal antara satu karyawan dengan karyawan lainnya, tujuan perusahaan dapat diungkapkan dan dipahami sepenuhnya. Setiap pekerjaan di setiap bagian bisnis perlu membuat orang tetap berkomunikasi sehingga tujuan bisnis dapat dicapai secara kolaboratif. Dengan ini secara bertahap akan mendukung kesuksesan karyawan di tempat kerja karena gagasannya dapat disampaikan dengan cara yang benar. Tanpa komunikasi interpersonal yang baik, seorang karyawan hanya akan merasa sulit untuk mengembangkan keterampilan atau ide mereka di ruang yang lebih besar.

Daftar Pustaka

Karina, Y., & Rustiana, a. (2019). Penerapan Etika Komunikasi Dalam Mempersiapkan Profesionalisme Di Dunia Kerja. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj

Pratiwi, a. w., Tarifu, l., Iba, l., & Komunikasi, j. i. (2020). Proses Komunikasi Interpersonal Manajer Dan Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja. Dalam jurnal ilmu komunikasi uho : jurnal penelitian kajian ilmu komunikasi dan informasi (vol. 5, issue 3).

Safitri, r. d., Mayangsari, m. d., & Erlyani, d. n. (2019). pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kesiapan kerja mahasiswa praktik pengalaman lapangan (ppl) dalam memasuki dunia kerja di stkip pgri banjarmasin. dalam jurnal kognisia (vol. 2, issue 2).