Jumlah pemuda yang ingin atau sudah menikah di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase pemuda yang belum menikah di Indonesia mengalami peningkatan drastis dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2021, jumlah pemuda belum menikah mencapai 61,09%, peningkatan yang pesat dari tahun sebelumnya yakni 59,82%. Bahkan lebih tersorot lagi jika dibandingkan dengan presentase pemuda belum menikah pada tahun 2011 yang hanya mencapai 51,98%. Angka-angka tersebut
mengilustrasikan bagaimana generasi baru kurang siap menikah secara konvensional dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
Ada beberapa alasan mengapa Gen-Z ragu untuk terjun ke dalam pernikahan konvensional. Salah satu alasannya adalah karena Gen-Z memiliki prioritas lain dalam hidup mereka dan tidak terlalu
mementingkan pernikahan. Lima prioritas utama dalam hidup anak muda saat ini adalah membuat orang tua bangga, menabung lebih banyak, berfokus pada pengembangan diri, memiliki pendapatan yang lebih baik, dan memiliki kehidupan yang nyaman. Prioritas dalam hidup pemuda telah berubah drastis dari generasi-generasi sebelumnya karena adanya peningkatan dalam kualitas hidup, terutama dalam hal pendidikan dan status ekonomi. Oleh karena itu, semakin banyak pemuda yang terdidik untuk memilih keputusan yang akan meningkatkan kemajuan hidup mereka. Dalam hal ini, pernikahan tidak membantu memajukan prioritas-prioritas yang dimiliki oleh Gen-Z, sehingga mendorong kepentingan untuk menikah lebih jauh dalam prioritas hidup.
Pernikahan ideal menurut Generasi Z mencakup menikah jauh di kemudian hidup dan bahkan bebas anak. Menurut IDN Research Institute, usia ideal pemuda saat ini untuk menikah bergeser dari 21-24 tahun menjadi 26-30 tahun. Pergeseran tersebut terjadi karena Gen-Z yang sedang fokus belajar dan memulai karir mereka, yang membuat memiliki keluarga sendiri menjadi langkah yang
masih jauh dalam kehidupan mereka. Pandemi COVID-19 juga telah menghambat pendidikan dan pencarian kerja generasi pemuda, sehingga mereka berusaha mengimbangi waktu yang telah hilang.
Pergeseran tersebut juga disertai dengan perubahan persepsi para pemuda tentang memiliki anak. Menurut penelitian yang sama, 45% Gen-Z setuju bahwa pernikahan tanpa anak bukan lagi hal yang tabu. Telah terjadi pergeseran sosial dimana memiliki anak bukanlah keinginan atau bagian dari rencana hidup jangka panjang bagi generasi ini. Terbukti dengan angka fertilitas di Indonesia
yang terus menurun rata-rata 0,88% dalam beberapa tahun terakhir.
Persepsi dan pernikahan ideal Generasi Z berbeda dengan pernikahan konvensional biasanya. Para Gen-Z lebih berpendidikan dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dari generasi-generasi sebelumnya. Hal ini mempengaruhi preferensi mereka yang mengutamakan orang tua, pendidikan, dan kepentingan diri mereka sendiri di atas pernikahan muda dan anak-anak. Oleh karena itu,
Generasi Z menolak pernikahan konvensional untuk mencapai tujuan mereka dan memenuhi prioritas mereka.

 

Referensi:
Indonesia fertility rate 1950-2022. MacroTrends. (2022). Diakses pada Oktober 17, 2022, dari https://www.macrotrends.net/countries/IDN/indonesia/fertility-rate

Indonesia Gen Z Report 2022. IDN Research Institute. (2022). Understanding and Uncovering the Behavior, Challenges, and Opportunity. IDN Media.

Gen Z marriage rates look different than every other generation. DuPage County Divorce Attorneys. (2022, Oktober 12). Diakses pada Oktober 10, 2022, dari https://
www.coresdivorcelawyers.com/wheaton-divorce-lawyer/gen-z-marriage-rates-lookdifferent-than-every-other-generation Headley, C. W. (2019, September 27). This is a major (and insane) reason why millennials and gen Z are reluctant to get married. Ladders. Diakses pada Oktober 11, 2022, dari https:// www.theladders.com/career-advice/this-is-a-major-and-insane-reason-why-millennials-andgen-z-are-reluctant-to-get-married

Jayani, O. D. H. (2022, Januari 6). Anak Muda indonesia tak ingin Cepat menikah. Infografik Katadata.co.id. Diakses pada Oktober 10, 2022, dari https://katadata.co.id/ariayudhistira/ infografik/61d652975f072/anak-muda-indonesia-tak-ingin-cepat-menikah