People Innovation Excellence

Dibalik Kesuksesan Jonatan Christie

Badminton adalah olahraga yang tidak begitu populer di sebagian besar dunia, meski ada banyak orang yang mengetahuinya, terutama karena dimainkan dengan bulu (disebut steering wheel).  Badminton yang kita kenal sekarang dikembangkan pada pertengahan abad kesembilan belas oleh Inggris. Namun, tindakan bermain dengan raket dan pena telah ada selama ratusan tahun, terutama di Eropa dan Asia.

Sekelompok negara (Inggris, Skotlandia, Wales, Kanada, Denmark, Prancis, Irlandia, Belanda dan Selandia Baru) bergabung dan menciptakan Federasi Badminton Internasional, sehingga membuat olahraga ini lebih kuat dan lebih diatur, yang membantu ekspansi nya. Saat ini Badminton merupakan modalitas Olimpiade yang sudah terkenal, yang didominasi oleh negara-negara Asia seperti China, India, Indonesia, Malaysia atau Korea Selatan.

Game Badminton yang bisa dimainkan secara individu atau ganda, terdiri dari game 3, yang cocok dengan yang terbaik dari tiga (yang memenangkan dua pertandingan pertama). Tujuannya adalah untuk mencapai poin 21 terlebih dahulu di game, harus memiliki perbedaan poin 2 di antara mereka untuk menyelesaikan permainan. Jika game tersebut mencapai 29 × 29, maka siapa pun yang mendapat nilai 30 point akan menang terlebih dahulu. Pertandingan dimulai dengan wasit membuat koin untuk memberi pilihan antara lapangan atau servis kepada pemenang.

Atlet Bulu Tangkis Professional yang belakangan ini beken karena prestasinya, Jonatan Christie Jonatan Christie mengungkap cerita berupa kenangan tentang keluarganya. Tentu saja Jonatan Christie mempunyai perjuangan yang luar biasa dibalik kesuksesannya sekarang.

Kepada Boy William, Jonatan Christie mengaku dirinya merasa bahagia sebab bisa terlahir di keluarganya sekarang. Dilansir dari tayangan NEBENG BOY yang diupload di Youtube pada hari Rabu 12 Desember 2018, Jonatan Christie mengungkap perjuangan sang ayah saat dirinya masih kecil. Ternyata, Jonatan Christie bukanlah atlet dari keluarga yang berkecukupan.

Saat itu, demi bisa mencukupi gizi anak-anaknya, Jonatan Christie mengungkap bahwa sang ayah, Andreas Adi Siswa rela tidak makan.Hal itu dilakukan ketika sang ayah sedang tidak mempunyai uang sama sekali. Padahal saat itu, ayahnya telah berjuang agar bisa mencukupi dirinya yang ingin jadi seorang atlet.

Jonatan mengungkapkan bahwa dahulu saat mereka mengalami krisis ekonomi, pernah suatu kali Ia dibelikan nasi padang dengan beberapa daging. Jonatan menanyakan apakah ayahnya sudah makan atau belum, dan ayahnya bilang sudah. Akan tetapi ternyata Ayahnya berbohong hanya karna demi mencukupi gizi Jonatan yang sedang berjuang menjadi atlet. Karenanya, Jonatan Christie pun mengaku dirinya merasa beruntung berada di keluarganya saat ini.

Nama Jonatan Christie semakin melejit lantaran aksinya di Asian Games 2018 mampu mengundang decak kagum dari penonton yang menyaksikannya. Ia mengaku bahwa itu adalah hal yang refleks yang Ia lakukan.

Meski jalan kariernya masih cukup panjang, Jonatan Christie rupanya telah merancang rencana jika suatu saat nanti dirinya tak lagi aktif bermain bulu tangkis.  Atlet kelahiran Jakarta itu sebelumnya pernah menjadi mendapatkan peran dalam King, film bentuk dedikasi untuk legenda bulu tangkis, Liem Swie King, yang disutradarai oleh Ari Sihasale.

Dunia hiburan bukan satu-satunya rencana Jojo jika memutuskan untuk pensiun sebagai atlet. Akan tetapi Ia tertarik untuk nge-vlog dan membuat bisnis untuk melanjutkan hidupnya jika Ia pensiun dari Badminton.

Ia juga menyampaikan minatnya untuk belajar bisnis secara otodidak dari pebisnis di sekitarnya yang hebat. Kesibukan Jonatan sekarang masih fokus pada latihan badminton untuk pertandingan pertandingan selanjutnya. Jonatan Christie tentu saja mengharumkan nama Indonesia dan badminton.

References

Harahap, Z. (2018, 8 26). Perolehan Atlet Bulutangkis di Asian Games 2018 Melebihi Incaran Awal. Retrieved 12 13, 2018, from Liputan6: https://www.liputan6.com/asian-games/read/3630849/perolehan-atlet-bulutangkis-di-asian-games-2018-melebihi-incaran-awal

Maulana, Y. (2018, 12 12). Jonatan Christie Kenang Perjuangan Sang Ayah Saat Tak Punya Uang hingga Kisah Kakaknya yang Autis. Retrieved 12 13, 2018, from Tribun Sport: http://www.tribunnews.com/sport/2018/12/12/jonatan-christie-kenang-perjuangan-sang-ayah-saat-tak-punya-uang-hingga-kisah-kakaknya-yang-autis

References Gambar

https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=BhV91Adq&id=9A95AB5CF4042EBC65F40CE3971DC9332C5C3A16&thid=OIP.BhV91AdqRY_jydsrAEqc7AHaE8&mediaurl=https%3a%2f%2fstatik.tempo.co%2fdata%2f2018%2f08%2f28%2fid_729487%2f729487_720.jpg&exph=480&expw=720&q=jonatan+christie&simid=607992652643371880&selectedIndex=90&ajaxhist=0

 

Sigit Dwi Santoso 2101703064


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close