People Innovation Excellence

Satu Hari Tanpa Instagram

Apa yang kita lakukan pertama kali ketika kita melihat ada makanan datang didepan mata kita? Yang pasti kita tidak akan langsung memakannya. Justru yang kita lakukan pertama kali adalah memotret makanan tersebut, lalu mengunggahnya di Instagram. Tidak peduli walau harus membuat teman kiri kanan kita menunggu, hingga tidak sadar bahwa makanan itu sudah berubah suhu menjadi dingin, atau bahkan mereka yang menunggu sudah menahan lapar dan harus rela menunggu lebih lama lagi hanya untuk menunggu kita memotretnya. Mungkin saat ini rasa makanan pun sudah tidak dipedulikan, yang penting bentuknya yang cantik akan membantu menambah keindahan foto yang akan diambil.

Ketika berada di perjalanan dan melihat ada sebuah kecelakaan, pasti hati kita akan terdorong untuk membantu orang yang sedang kesulitan tersebut. Namun tidak banyak orang yang tidak berfikir untuk menolong malah memotret atau merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya di Instagram. Setelah itu yang ia lakukan hanya melihat dari jauh dan lama-lama pergi meninggalkannya.

Mungkin sebuah aplikasi yang bernama Instagram ini, sudah menjadi teman kita sehari-hari. Bahkan sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu melihat isi Instagram atau mengunggah sesuatu didalamnya. Pagi hari ketika baru saja terbangun dari tidur, hal pertama yang kita cari sudah pasti adalah handphone kita, selain melihat pesan atau notifikasi yang masuk. Sudah pasti kita akan menyisihkan waktu kita sedikit saja hanya untuk melihat perkembangan di Instagram kita. Tapi, pernah tidak kalian terfikir bagaimana rasanya jika kita menghabiskan satu hari saja tanpa menggunakan aplikasi Instagram ini?

Satu hari tanpa Instagram? Mungkin akan terlihat begitu menakutkan bagi remaja seumuran kita. Apa lagi bila kesehari kita sendiri selalu tidak bisa terlepas dari aplikasi tersebut. Namun tau kah kalian bahwa menggurangi pengunggahan pada sosial media terlebih Instagram, memiliki dampak yang cukup baik di kehidupan kita. Setiap hal selalu memiliki sisi positif begitu pula sisi negatif. Namun ketika sesuatu itu menjadi berlebihan, pasti hal tersebut akan menjadi hal yang tidak baik.

Berlomba-lomba mengunggah barang mewah, makanan mahal, atau bahkan tempat fancy yang sedang terkenal dan didatangin banyak orang sudah pasti menjadi kebiasaan para pengguna instagram . Padahal kita menyadari bahwa hal tersebut sebenarnya bukan hal yang begitu penting, hanya saja kita menggunakan unggahan kita di instagram untuk merepresentasikan citra kita di mata orang lain. Padahal mungkin dibalik unggahan tersebut ada beberapa hal yang harus kita paksakan, seperti budget. Hanya demi membentuk citra yang terlihat hebat di mata orang lain. Tapi coba kita bayangkan ketika kita membeli barang mewah, atau menyantap makanan di tempat yang mungkin jarang kita datangi tanpa menunggahnya ke Instagram. Mungkin kita akan lebih bisa memiliki rasa kepuasan tersendiri, lebih menikmati hal yang kita jalani tanpa perlu orang lain mengetahui apa yang kita lakukan. Karena apa yang kita anggap biasa saja ketika kita mengunggahnya, belum tentu terlihat biasa di mata orang lain. Bisa saja orang yang melihat bukan memuji justru menertawakan bahkan berkata hal buruk tentang perilaku kita.

Selain berlomba untuk mengunggah hal yang terlihat hebat dan keren demi membentuk citra kita. Terkadang tanpa di sadari pun kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain yang kita lihat di Instagram, entah itu bagaimana cara orang tersebut berpakaian, kemana orang itu berpergian, atau bahkan bagaimana tampak fisik orang tersebut. Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, kita tidak menyadari bahwa itu menganggu rasa percaya diri kita sendiri. Merasa bahwa orang disekitar kita memiliki hidup yang lebih bahagia dan sempurna, sering kali kita lupa bahwa kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Setiap orang sudah mempunyai porsi yang berbeda di dalam hidupnya, dan belum tentu orang yang terlihat bahagia di sosial media juga bahagia di kehidupan sesungguhnya. Bagaimana kalau kita mencoba untuk tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, dan mulai bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.

Tidak sadar bahwa kebiasaan kita setiap harinya membawa dampak yang buruk bila di lakukan secara berlebihan. Mungkin ada baiknya sesekali kita membuah sebuah rencana untuk  meninggalkan Instagram dalam jangka waktu satu hari. Menghabiskan waktu kita tanpa perlu memotret atau merekam moment yang terjadi setiap detiknya.  Agar bisa lebih dirasakan oleh hati, karena melihat secara langsung akan mempunyai sensasi yang berbeda ketimbang melihat rekaman atau foto yang telah kita ambil di layar handphone kita. Serta mencoba menghargai orang yang berada di sekitar kita, karena dengan sosial media kita dekat dengan orang yang jauh, namun memiliki jarak dengan orang disekitar kita.

 

Nama: Vania Januar

Kelas: LA51

NIM: 2101646842


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close