Audisi & Pelatihan Produksi Drama Musikal

Drama musikal atau teater musikal adalah sebuah pertunjukkan teater dengan menggabungkan 3 aspek penting yang dijadikan satu yaitu bernyanyi, berakting, dan menari.

Teater muncul pada abad ke-6 SM dari Yunani Kuno dengan sebutan theatron yang artinya drama. Teater dulu digunakan mereka untuk melakukan upacara keagamaan. Pada zaman itu juga biasanya teater dipentaskan di gedung bernama Theatron.

Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka tanpa atap, dan dibangun bertingkat. The Black Crook (1866) dianggap oleh beberapa sejarawan sebagai musikal pertama di dunia. Sejak awal abad ke-20, karya pertunjukkan drama musikal lebih sering disebut dengan “musical” saja.

Teater musikal ini sudah banyak dipertunjukkan diseluruh dunia dan panggung-panggung besar contohnya West End dan Broadway di London dan New York. Dan sampai saat ini sudah banyak berkembang dan mulai terkenal beberapa musical seperti West Side Story, Wicked, Annie, Les Miserables, The Phantom of The Opera, Hair, dan masih banyak lagi.

Pada abad ke 20-an teater Indonesia berkembang menjadi teater modern. Teater modern di Indonesia lahir karena ada pencampuran teater tradisional dengan teater barat. pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional. Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataan panggung, penataan cahaya, dan unsur pendukung teater lainnya.

Saat ini, di Indonesia pun semakin banyak bermunculan organisasi-organisasi yang bergerak dibidang seni khususnya teater yang kemudian menghasilkan produksi-produksi musikalnya masing-masing, misalnya Teater Populer, Teater Kecil, Teater Koma, dan masih banyak lagi.

Seiring dengan berkembangnya zaman, semakin banyak generasi-generasi yang kreatif dan melahirkan ide-ide baru dan inovasi-inovasi baru, contohnya, salah satu produksi musikal di Indonesia yang sangat menarik dan menjadi happening baru-baru ini adalah Musikal Petualangan Sherina (diadakan pada September 2017 dan Februari 2018) yang diselenggarakan oleh Jakarta Movement of Inspiration.

Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN) merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh para pemuda Jakarta dan bergerak dibidang seni pertunjukan serta melibatkan seluruh pemuda Jakarta melalui audisi terbuka. Dalam produksinya kali ini, JKTMOVEIN mendapatkan dukungan langsung dari MILES Films untuk mengadaptasi filmnya yang sangat Berjaya dieranya yaitu Film Petualangan Sherina (2000).

Bagi yang berminat untuk bergabung dalam drama musikal, harus melewati proses yang cukup panjang dan cukup sulit namun proses yang sangat panjang dan penuh keringat ini akan membawa kita pada memori yang sangat indah dan tak akan terlupakan. Sebelum menjadi pemain atau bagian dalam drama musikal ini, ada beberapa tahapan yang wajib diikuti peserta audisi untuk bisa lolos dan menjadi cast atau pemain:

 

  1. Tahap Pertama – Online Audition

Pada tahap pertama ini, perserta audisi diwajibkan untuk mengikuti online audition dengan mengunggah video bernyanyi yang berdurasi maksimal 1 menit ke Instagram dengan menyanyikan salah satu lagu / soundtrack dari Film Petualangan Sherina dengan menyertakan data diri pada kolom deskripsi. Jika peserta terpilih / lolos dalam tahap online audition maka nanti pihak JKTMOVEN akan mengirimkan pesan pemberitahuan untuk hadir pada audisi tahap berikutnya dan data-data apa saja yang diperlukan untuk dibawa pad audisi tahap berikutnya.

 

  1. Tahap Kedua – Walk-in Audition

Setelah lolos dari audisi tahap pertama, peserta yang mendapatkan pesan wajib datang pada walk-in audition. Pada tahap kedua ini, peserta akan bertemu langsung dengan director (sutradara), music & vocal director, choreographer, dan scriptwriter (penulis naskah).

Dalam tahap ini, peserta akan diminta untuk bernyanyi secara langsung dan juga ada beberapa tes vokal untuk mengetahui musikalitas peserta, setelah itu peserta juga diminta untuk membaca beberapa line dalam dialog sesuai dengan karakter yang diinginkan peserta yang ada dalam naskah tersebut. Tak hanya itu, selanjutnya, peserta akan masuk ke dalam sesi tari dimana choreographer akan memberikan gerakan-gerakan dan peserta harus mampu mengingat gerakan-gerakan tersebut untuk kemudian menggerakannya lagi tanpa adanya bantuan dari choreographer, dan yang paling terakhir adalah peserta diminta untuk melakukan free-style dance   atau menari bebas tanpa koreo tertentu dengan lagu yang ditentukan oleh choreographer, hal ini untuk mengetahui seberapa bebas dan nyamannya kita dalam menari dan menciptakan gerakan-gerakan sendiri serta untuk melatih konsentrasi dan kreatifitas. Tahap ini akan menyaring beberapa peserta untuk lanjut ke tahapan berikutnya.

 

  1. Tahap Ketiga – Probation

Bisa dibilang ini merupakan tahap terakhir dari serangkaian audisi yang diselengarakan. Pada tahap ini, satu hari sebelum audisi setiap peserta yang terpilih dari tahap sebelumnya akan dikirimkan sebuah partiture lagu dan bantuan musik yang harus dipelajari dan dihafalkan sebagai bahan untuk audisi keesokan harinya. Saat audisi berlangsung, para peserta bergabung dan berlatih sesuai dengan kategori suara yang dipilih masing-masing (Sopran, Alto, Tenor, dan Bass), setelah latihan vokal selesai, para peserta akan lanjut ke sesi koreografi dan akan diberikan koreo sesuai dengan lagu yang telah dipelajari dan kemudian menggabungkan lagu yang sudah dilatih dengan koreo yang diberikan saat itu untuk dilihat seberapa cepat dan seberapa banyak materi yang mampu dihafalkan oleh peserta. Setelah tahap ini, masih ada kemungkinan akan adanya pengurangan peserta.

 

  1. Welcoming Party

Pada tahap ini, setiap peserta yang berhasil lolos dari tiga babak sebelumnya akan secara resmi dan diresmikan menjadi cast atau pemain dalam Drama Musikal Petualangan Sherina dan diwajibkan untuk hadir dalam Welcoming Party atau acara penyambutan sekaligus perkenalan dengan anggota-anggota yang lain. Selain perkenalan dengan pemain atau anggota lainnya, para pemain juga akan menyebutkan beberapa janji atau sumpah yang harus ditaati pemain selama menjadi bagian dari JKTMOVEIN.

 

Setelah semua anggota terpilih, barulah proses latihan dimulai, dalam satu produksi, JKTMOVEIN menghabiskan waktu selama minimal 6 bulan untuk memaksimalkan bakatnya dan mengeksplorasi diri dalam berbagai bidang kesenian yang membentuk sebuah drama musikal.

Sebelum masuk kedalam materi yang sebenarnya, para casts dibekali dengan ilmu-ilmu dasar yaitu dengan menghadiri acting, dancing, and singing workshop, pembekalan ini sangat membantu para pemain untuk proses penggabungan antara bernyanyi, menari, dan acting. Setelah serangakain proses workshop selesai, para pemain akan melakukan reading atau latihan membaca naskah untuk tahu penekanan dan nada dari dialog yang ada pada naskah sesuai karakter dan juga untuk membiasakan pemain untuk selalu menjadi karakternya masing-masing.

Dalam sesi vokal, pemain akan dilatih dan diajarkan teknik bernyanyi dalam musical, melatih lagu-lagu dalam musical tersebut dan juga diajarkan untuk mengetahui pembagian suara sesuai dengan posisi suara masing-masing. Bernyanyi bukanlah hal yang mudah, mungkin mudah untuk dilihat namun belum tentu mudah untuk dilakukan oleh karena iu, latihan vokal sangat disarankan agar tidak terjadi kesalahan atau bahkan kerusakan suara saat kita memproduksi suara.

Dan yang terakhir adalah transfer koreografi dari setiap lagu yang dimainkan. Setiap sebelum memulai latihan koreografi, para cast pasti diwajibkan untuk melakukan pemanasan fisik karena kalau tidak pemanasan, sangat mungkin bagi seorang penari untuk mengalami cedera. Setelah pemanasan fisik, koreografer akan langsung memberikan materi sesuai dengan lagu-lagu yang akan dimainkan dalam produksi drama musical. Satu koreografi biasanya dilatih dalam 3-4 kali pertemuan.

Bagian paling berkesan sebagai seorang pemain dalam sebuah produksi drama musical adalah bagaimana kita bisa seimbang menggabung 3 aspek penting dalam drama musical (sing, dance, act) dan bagaimana kita bisa menghidupkan dan membuat nyata setiap peran yang kita dapatkan.

 

Katya Anastasia Subandhi

2101699413 – Marcomm LD51