People Innovation Excellence

Gaya Bahasa dan Depresi

Percaya atau ngga, depresi bukan cuma diketahui dari perasaan saja. Tapi juga bisa kita tebak dari gaya bahasa digunakan selama ini. Sebagimana yang dikemukan peneliti dalam jurnal Clinical Psychology Science, gaya Bahasa memang bisa menunjukan seseorang sedang depresi atau tidak. Namun, bila salah satu teman mu mengalami sesuatu kondisi seperti itu kita bisa menolong loh, akan tetapi pastikan terlebih dahulu bahwa kita sudah memahami apa yang harus dibicarakan dan dilakukan. Meskipun terkadang orang yang ingin tolong sepertinya tidak mau mendengarkan, sebenarnya ia sedang berusaha memperhatikan apa yang kita bicarakan. Dari cari ini, artikel berikut dapat menjelaskan bebarapa cara yang kita bisa terapkan jika ingin menolong seseorang yang sedang mengalami depresi.

  1. Membicarakan tentang Depresi dengan Orang yang Membutuhkan Pertolongan.

Jika, salah satu diantara kita menunjukan gejala-gejala depresi seperti membicarakan diri nya ingin bunuh diri, lalu merasa diri nya tidak berharga,  Kesulitan berkonsentrasi atau merasa tidak mampu membuat keputusan, Berkurangnya nafsu makan dan/atau berat badan secara signifikan, Makan dan/atau mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan, Pola tidur terganggu (sehingga susah tidur atau terlalu banyak tidur), Kelelahan dan/atau kekurangan energy, Meningkatnya kecemasan atau berkurangnya gerakan yang jelas terlihat oleh orang lain atau sudah melakukan tahap self harm Gejala ini bisa berlangsung selama 2 minggu atau lebih. Selain itu, gejala tersebut bisa hilang dan muncul lagi sehingga disebut “masa kambuh”. Gejala depresi lebih dari sekadar mengalami “hari yang melelahkan” dan biasanya ditandai oleh perubahan suasana hati yang parah sehingga memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupannya sehari-hari. Jika ada teman yang baru saja kehilangan anggota keluarganya atau mengalami kejadian traumatis, bisa saja ia menunjukkan gejala depresi, tetapi bukan depresi klinis. Jika kita sudah menemukan gejala-gejala tersebut maka cara tercepat adalah dengan cara menghubungi dan mengajak ia menuju rumah sakit agar bisa ditangani dengan professional. Atau dengan cara lain kita bisa menghubungi Halo Kemkes di nomor telepon (kode lokal) 500567.

2. Bersikap Tegas

Jika kita sudah menjalankan langkah awal, maka langkah kedua adalah kita harus bersikap tegas. Tegas disini adalah dalam artian menunjukan bahwa kita benar-benar khawatir dengan keadaan mereka yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut. Jangan biarkan ia menyepelekan hal ini dengan mengatakan bahwa ia sedang mengalami “masa sulit”. Jika salah satu teman kalian berusaha mengalihkan pembicaraan, kembalikan lagi pada pembahasan tentang masalah emosionalnya. Karena penderita depresi adalah orang-orang yang paling membutuhkan kasih sayang dan pengertian. Tidak cukup jika kita hanya mendengarkan dengan baik. Kita juga harus peka terhadap apa yang ingin kita katakan pada saat berbicara tentang depresi. Ada beberapa kalimat yang bisa kita gunakan jika ingin berbicara dengan seseorang yang sedang mengalami depresi seperti “Kamu tidak sendiri. Aku ada di sini menemani kamu.” Lalu “Aku mengerti penderitaan yang sedang kamu alami. Inilah penyebab dari apa yang kamu pikiran dan rasakan”, “Saat ini mungkin kamu belum bisa percaya, tetapi perasaan kamu suatu saat pasti akan berubah”, “Mungkin aku tidak bisa mengerti dengan tepat apa yang kamu rasakan, tetapi aku peduli kepadamu dan ingin membantu.” Dengan begitu mereka akan merasa lebih baik.

  1. Menjadi Pendamping yang Baik

Tahap terakhir adalah menjadi pendamping yang baik, kita bisa menunjukkan perhatian pada teman kita dengan menelepon, menulis surel, mengirim SMS, atau berkunjung ke rumahnya. Ada berbagai cara menjaga hubungan dengan orang-orang yang ingin kita perhatikan selain itu kita bisa mengajak mereka berolahraga walaupun hanya berjalan kaki loh! Meskipun hanya sebentar, ia akan merasa lebih baik jika bisa keluar rumah. Karena seseorang yang mengalami depresi mungkin akan sangat kesulitan pada saat harus keluar rumah lagi. Ajaklah teman kita melakukan apa yang paling ia sukai di luar rumah seperti olahraga, mencari makanan kesukaan dia dan lain lain. Selain hal-hal tersebut memberikan saran untuk mereka melakukan kegiatan yang benar-benar ia sukai adalah cara yang tepat untuk menolong mereka Jika teman kita menemukan kegiatan yang ia sukai dan memiliki kesibukan dan ada aktivitas yang ia nanti-nantikan, perhatiannya akan teralihkan dari masalah depresi, meskipun hanya sementara. Jangan menyarankan agar teman kita ikut berlatih terjun payung atau belajar bahasa Jepang, tetapi doronglah agar ia mencari kegiatan baru yang paling ia sukai. Dengan demikian, fokusnya akan teralihkan sehingga tidak lagi merasa depresi. Misal nya dengan membantu mencarikan dia buku yang bisa membuatnya bersemangat lagi. kita bisa membaca buku ini bersama-sama di rumah atau mendiskusikan isinya. Bawakan film yang enak ditonton yang dibuat oleh sutradara  favorit kita. Siapa tahu dia ketagihan nonton film dengan tema baru kesukaan kita atau berikan usulan agar dia mengekspresikan sisi artistiknya. Bisa coba sarankan agar ia mulai menggambar, melukis, menulis puisi, atau kegiatan lain sebagai sarana mengekspresikan diri. Selain itu, kegiatan ini bisa dilakukan bersama-sama. Kita bisa mendorongnya mencoba berbagai hal baru di luar rumah, tetapi kadang-kadang bantuan terbaik adalah dengan membantunya melakukan kegiatan sehari-hari. Selain itu, teman dia juga tidak akan merasa sendirian. Setelah dia memberanikan diri untuk melakukan hal itu semua, makan kita patut mengaku keberhasilan teman mereka. Seperti menguccapkan selamat untuk mengakui keberhasilan teman Anda mencapai tujuannya. Mungkin ia hanya melakukan hal-hal kecil, misalnya mandi atau pergi berbelanja bahan makanan. Pengakuan sangatlah berarti bagi seseorang yang sedang mengalami depresi.

Gaya penyampaian memang bisa menunjukkan bahwa kita adalah teman yang baik atau bukan. Namun, semua balik lagi bagaimana kita menanggapi perasaan mereka saat ini. Dengan memerhatikan kemunculan gejala-gejala teman kita yang memiliki gangguan kejiwaan, kita bisa mencegah atau meminimalisir depresi berkepanjangan dengan cara diatas.

Jihan Thasya Hara (1901481831)


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close