Penyimpangan Norma Sosial Yang Terdapat Pada Program Pesbukers

Opini oleh:

Irfan Zidni; Geraldrafiza; Isabella; Okvania –

Pesbukers adalah salah satu program televisi swasta Indonesia ANTV. Acara ini biasa disiarkan pada petang hari dimulai pukul 18.00 WIB. Pesbukers adalah sketsa realita yang digawangi oleh Olga syahputra, Raffi Ahmad, Jessica Iskandar, Opie Kumis dan Sapri. Guyonan segar mereka seperti pantun jenaka dan rayuan gombal akan menemani pemirsa setia ANTV.

Pesbukers sendiri merupakan acara komedi yang termasuk SU (semua umur) dalam pengklasifikasian jenis usia penontonnya. Acara yang ber-genre komedi ini telah memenangkan penghargaan Panasonic Gobel Award 2013, 2014 dan 2015 dan rating nya pun termasuk yang tertinggi di per-televisi-an Indonesia.

Sebuah kenyataan cukup menyakitkan bagi sebagian masyarakat terdidik yang peduli dengan moralitas bangsa. Pasalnya acara yang digemari oleh masyarakat Indonesia ini seringkali mempertontonkan adegan yang tidak mendidik. Dilihat dari pangsa pasar acara pesbukers ini adalah kalangan menengah kebawah yang sama-sama kita ketahui yaitu masyarakat pinggiran kota bahkan pedesaan yang tingkat pendidikan nya masih cenderung rendah.

Acara tersebut memiliki alur cerita yang tidak jelas dengan lawakan yang merendahkan satu sama lain. Hal tersebut dijadikan guyonan yang akan dicontoh oleh para penonton dibawah umur dan masyarakat yang labil jati diri. Bangsa kita sendiri tengah dilanda ketidakpastian jati diri yang seringkali menjadi masalah mendasar bangsa. Kemudian dengan egoisnya para pengusaha per-televisi-an negri mengambil keuntungan dengan menjual tayangan yang tidak bermutu.

Kira-kira ada sekitar 10 adegan yang menjadi andalan acara komedi ini yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku dimasyarakat seperti: mencela fisik, berkata kasar, kontak fisik yang tidak layak, cerita tentang realita ABG labil yang penuh kontroversi, bergaya konsumtif, penonton live studio dibawah umur, menggunakan seragam sekolah dan lainnya. sangatlah ironis bagi kita yang sadar dan peduli dengan nasib moral bangsa yang terus dijejali oleh tayangan tidak mendidik seperti ini. Parahnya lagi acara ini dianugrahi award.

Sudah seharusnya para stakeholder memikirkan nasib moral bangsa dan tidak hanya mementingkan keuntungan materi semata. Jika dibiarkan seperti demikian maka mudah sekali meramalkan nasib bangsa ini, Indonesia akan dibayangi oleh kehancuran karena moral bangsa adalah salah satu landasan utama jika kita ingin menjadi negara yang maju.