Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam cara content creator menghasilkan karya. Jika sebelumnya proses pembuatan konten membutuhkan waktu panjang, kini AI dapat membantu berbagai tahap, mulai dari mencari ide, menyusun naskah, mengembangkan visual, membuat video dan audio, hingga mengoptimalkan konten untuk audiens.

Source: Artificial Intellegence

Anderson dan Niu (2025) menemukan bahwa kreator YouTube menggunakan generative AI untuk mengidentifikasi topik, membuat script, menyusun prompt, menghasilkan visual dan audio, hingga membantu proses editing, judul, dan subtitle. Hal ini menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian dari berbagai tahapan produksi konten digital.

Namun, penggunaan AI bukan berarti menggantikan kreativitas manusia. Ivcevic dan Hoffmann (2024) menjelaskan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas kreativitas manusia melalui proses co-creation. Kreator tetap memiliki peran penting dalam menentukan ide, sudut pandang, pesan, dan karakter konten.

Karena itu, AI dapat dipandang sebagai creative assistant yang membantu mempercepat pekerjaan, sementara kreativitas, pemikiran kritis, dan keputusan akhir tetap berada pada manusia. UNESCO juga menekankan pentingnya literasi media dan AI agar teknologi digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.

Daftar Pustaka

Anderson, T., & Niu, S. (2025). Making AI-Enhanced Videos: Analyzing Generative AI Use Cases in YouTube Content Creation. arXiv. https://arxiv.org/abs/2503.03134

Ivcevic, Z., & Hoffmann, J. D. (2024). Artificial intelligence as a tool for creativity. Journal of Creativity, 34(2).

UNESCO. (2024). User Empowerment through Media and Information Literacy Responses to the Evolution of Generative Artificial Intelligence.