Dalam komunikasi pemasaran, konsumen tidak selalu mengenal sebuah brand hanya melalui produk atau layanan yang ditawarkan. Cara sebuah brand menceritakan dirinya juga dapat membentuk persepsi dan identitas di mata audiens. Karena itu, storytelling menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam Marketing Communication.

Storytelling memungkinkan brand menyampaikan nilai, pengalaman, tujuan, maupun latar belakang melalui sebuah cerita. American Marketing Association menjelaskan bahwa cerita dapat membantu konsumen memahami brand secara lebih mendalam karena cerita memberikan konteks dan makna terhadap informasi yang disampaikan.

Storytelling dapat diterapkan dalam berbagai media, seperti video, artikel, media sosial, iklan, podcast, hingga kampanye digital. Isi cerita tidak harus selalu berkaitan langsung dengan penjualan. Sebuah brand juga dapat menceritakan proses di balik produk, perjalanan organisasi, pengalaman pelanggan, atau nilai yang ingin dibangun.

Namun, storytelling perlu tetap memiliki hubungan dengan identitas brand. Cerita yang menarik sebaiknya tidak berdiri sendiri, tetapi mendukung pesan dan karakter yang ingin dikomunikasikan kepada audiens.

Bagi mahasiswa Marketing Communication, kemampuan storytelling menjadi penting karena komunikasi pemasaran tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga kemampuan mengemas informasi menjadi pesan yang menarik, relevan, dan mudah diingat.

Sumber:

  • American Marketing Association — Why Brand Storytelling Moves Us
  • American Marketing Association — Story Marketing: Why It Matters and a Step-by-Step Guide
  • American Marketing Association — How to Create a Great Brand Story