Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Indonesia dan berkesempatan berdiskusi bersama anak muda dari berbagai negara ASEAN? Bagi Fiorenina, pengalaman mengikuti Youth Model ASEAN Conference (YMAC) 2026 di Singapore Polytechnic menjadi kesempatan untuk belajar diplomasi, memahami budaya negara lain, sekaligus memperluas koneksi internasional.

Bagi mahasiswa, pengalaman belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Ada kalanya pembelajaran justru hadir ketika kita berada di lingkungan baru, bertemu orang-orang dari latar belakang berbeda, dan ditantang untuk menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Hal tersebut dirasakan oleh Fiorenina, mahasiswa BINUS yang berhasil terpilih menjadi salah satu peserta Youth Model ASEAN Conference (YMAC) 2026, sebuah kegiatan simulasi KTT ASEAN yang diselenggarakan oleh Singapore Polytechnic.

Dalam program ini, mahasiswa dan pemuda dari berbagai negara ASEAN berperan sebagai perwakilan negara untuk berdiskusi, bernegosiasi, memahami perspektif satu sama lain, serta memperluas wawasan mengenai berbagai isu di kawasan ASEAN.

Apa Itu Youth Model ASEAN Conference?

Youth Model ASEAN Conference atau YMAC merupakan simulasi KTT ASEAN yang mempertemukan pemuda dan mahasiswa dari negara-negara ASEAN.

Pada YMAC 2026, peserta dibagi ke dalam empat kelompok besar dengan isu yang berbeda untuk didiskusikan, yaitu:

  • Strengthening the ASEAN Identity
  • Strengthening Human Capital
  • Harnessing the Silver Wave
  • Enhancing ASEAN Green Connectivity

Setiap kelompok kemudian mendalami isu yang diberikan dan mempresentasikan hasil diskusinya pada closing ceremony di hadapan peserta lainnya serta panelis yang diundang.

Bagi mahasiswa, format seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Peserta bukan hanya dituntut untuk memahami sebuah isu, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan argumen, mendengarkan perspektif berbeda, bernegosiasi, dan mencari titik temu.


Berawal dari Keraguan, Berakhir dengan Kesempatan Internasional

Kesempatan Fiorenina untuk mengikuti YMAC bermula dari informasi mengenai program yang dibagikan melalui komunitas BINUS iBuddy+.

Awalnya, ia sempat ragu untuk mendaftar. Namun, ajakan dari teman dan informasi bahwa program tersebut fully funded menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk mencoba.

Dalam program tersebut, pihak Singapore Polytechnic menyediakan tiket pesawat pulang-pergi, transportasi, akomodasi, dan makanan bagi peserta.

Proses seleksinya pun dilakukan melalui beberapa tahap.

1. Seleksi oleh BINUS

Pada tahap awal, calon peserta harus mengumpulkan berkas dan dokumen pribadi, termasuk essay atau motivation statement mengenai alasan mengikuti YMAC.

Setelah melalui proses seleksi BINUS, peserta yang terpilih kemudian masuk ke tahap seleksi berikutnya yang dilakukan oleh Singapore Polytechnic.

2. Interview oleh Singapore Polytechnic

Tahap berikutnya adalah wawancara dengan pihak Singapore Polytechnic.

Hasil seleksi kemudian diumumkan melalui email sekitar dua minggu setelah interview. Fiorenina bersama empat mahasiswa BINUS lainnya akhirnya dinyatakan lolos dan menjadi bagian dari peserta YMAC 2026. Dengan demikian, terdapat lima mahasiswa BINUS yang mengikuti program tersebut.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kesempatan internasional bisa dimulai dari langkah yang sederhana: berani mencoba dan mengirimkan aplikasi.

Belajar Komunikasi Lintas Budaya Secara Langsung

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Fiorenina adalah kesempatan bertemu mahasiswa dari berbagai negara ASEAN.

Bertemu dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda membuatnya belajar mengenai pentingnya cross-cultural understanding.

Ia belajar untuk lebih aware terhadap budaya orang lain, menghargai perbedaan, serta memahami perspektif yang mungkin berbeda dari dirinya sendiri.

Pengalaman tersebut semakin terasa ketika Fiorenina menjadi bagian dari kelompok yang mewakili Philippines.

Menariknya, anggota kelompok tersebut juga memiliki latar belakang yang beragam. Fiorenina bekerja bersama mahasiswa lainnya, termasuk dua mahasiswa dari Singapura dan satu mahasiswa dari Kamboja.

Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mereka saling mendukung dan bekerja sama untuk memahami isu yang berkaitan dengan Enhancing ASEAN Green Connectivity, khususnya dalam konteks negara yang mereka wakili.


Ketika Komunikasi Menjadi Kunci Negosiasi

Bagi mahasiswa komunikasi, pengalaman YMAC menjadi relevan karena komunikasi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang berbicara di depan publik.

Di forum internasional, komunikasi juga berarti mendengarkan, memahami perspektif, menyampaikan kepentingan, membangun hubungan, dan melakukan negosiasi.

Selama mengikuti YMAC, Fiorenina dapat melihat secara langsung bagaimana proses komunikasi dan negosiasi digunakan untuk mencapai kesepakatan bersama yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang tidak mudah diperoleh hanya melalui teori di kelas.


Bukan Hanya Conference, tetapi Juga Memperluas Networking

Selain diskusi dan kegiatan konferensi, salah satu hal yang paling berkesan bagi Fiorenina adalah orang-orang yang ditemuinya selama YMAC.

Pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai negara membuka kesempatan untuk membangun international friendship dan networking.

Menurut pengalamannya, hubungan yang terbangun tidak hanya terjadi selama kegiatan berlangsung. Interaksi di luar acara juga membuat hubungan antarpeserta menjadi semakin dekat.

Hal ini menunjukkan bahwa mengikuti program internasional bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga tentang membangun koneksi dengan mahasiswa dari berbagai budaya dan negara.


Lesson Learned: Komunikasi, Diplomasi, dan Empati

Jika harus merangkum pengalaman YMAC dalam satu kata, Fiorenina memilih komunikasi.

Dari kegiatan ini, ia belajar bagaimana melakukan negosiasi dan diplomasi agar setiap negara tetap dapat menyampaikan perspektifnya dan merasa didengar.

Namun, menurutnya, kemampuan berkomunikasi saja tidak cukup.

Empati juga menjadi bagian penting dalam memahami perbedaan antarnegara dan mencari kesepakatan bersama.

Pembelajaran tersebut menjadi bekal yang ingin ia bawa ke pengalaman berikutnya. Setelah mengikuti YMAC, ia juga ingin tetap menjaga hubungan dengan teman-teman yang ditemuinya selama program serta mengaplikasikan berbagai hal yang telah dipelajari untuk pengalaman internasional berikutnya.


Berani Mencoba, Berani Membuka Dunia

Pengalaman Fiorenina di YMAC 2026 memperlihatkan bahwa kesempatan internasional dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan lebih dari sekadar kemampuan akademik.

Mulai dari menulis essay, mengikuti interview, memahami isu ASEAN, berbicara di forum internasional, melakukan negosiasi, hingga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai budaya, semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Dan mungkin, pengalaman internasional berikutnya bisa menjadi milikmu.

Jika kamu adalah mahasiswa yang ingin memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, membangun international network, dan mencoba pengalaman belajar di lingkungan global, jangan ragu untuk mencari dan mengikuti berbagai international program, conference, competition, maupun student exchange opportunity yang tersedia.

Karena terkadang, satu aplikasi yang kamu kirimkan hari ini bisa menjadi awal dari pengalaman yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Ready for your next international experience?

Berani mencoba. Berani berkompetisi. Berani membawa nama BINUS ke dunia.