Fenomena Komunikasi Digital, Semua Orang Sekarang Jadi Content Creator?
Dulu istilah “Conten Creator” mungkin hanya merujuk pada YouTuber atau blogger, tetapi sekarzng hampir semua orang terlibat dalam produksi konten. Dari ibu-ibu yang berbagi resep di TikTok, pegawai kantoran yang membagikan insight di LinkedIn, hingga CEO yang rutin mengunggah vlog tentang perusahaannya-semua berlomba-lomba menciptakan dan menyebarkan konten.
Salah satu contohnya bisa kita lihat di akun @Ruceneunda yang dikenal sebagai Mama Ebra, Ruce memiliki lebih dari 6,7 juta pengikut di TikTok. Ia sering membagikan momen bersama anaknya, Ebra, dan telah menerima berbagai endorsement dari brand ternama.
Fenomena ini tidak terlepas dari perubahan tren komunikasi digital yang semakin interaktif dan berbasis storytelling. Media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi, dari sekedar konsumsi informasi menjadi partisipasi aktif dalam produksi konten. Algoritma platfrom digital juga semakin mendukung individu untuk membangun audiens sendiri, sehingga siapa saja bisa menjadi “influencer” di bidangnya.
Kemampuan untuk menciptakan konten kini menjadi keterampilan yang bernilai tinggi diberbagai sektor. Bukan hanya bagi YouTuber atau selebgram, tetapi juga bagi pebisnis, akademis, hingga profesional di bidang hukum atau kesehatan. konten yang menarik bisa menjadi alat komunikasi yang efektif, baik untuk personal branding, pemasaran, maupun edukasi.
Bagi mereka yang ingin lebih serius terjun ke dunia ini, jurusan seperti Creative Communication bisa menjadi pintu masuk ke industri kreatif yang semakin berkembang. Program studi ini tidak hanya mengajarkan cara membuat konten yang engaging, tetapi juga strategi komunikasi, pemasaran digital, serta pemahaman mendalam tentang tren dan perilaku audiens. Dengan meningkatnya kebutuhan akan kreator konten berkualitas, keterampilan di bidang ini akan semakin relevan dan membuka banyak peluang karier di masa depan.
Comments :