“Mau Bikin Konten Apa Ya?”: Drama yang Sering Dialami Anak Mass Comm
Pernah nggak sih, udah buka laptop, kamera udah siap, tempat udah oke, tapi pas ditanya “Mau bikin konten apa?” malah bengong? Ide? Nggak ada. Inspirasi? Hilang. Otak? Loading. Padahal tadi pas lagi mandi rasanya banyak banget ide yang muncul. Welcome to the struggle of making content. Buat mahasiswa Mass Communication, bikin konten mungkin kelihatannya gampang. Tinggal cari ide, bikin video, edit, upload, selesai. Tapi kenyataannya? Nyari ide aja kadang lebih susah daripada ngedit videonya.

“Konten Apa Ya?”
Ini mungkin salah satu pertanyaan paling sering muncul ketika mau mulai bikin konten. Masalahnya bukan karena nggak punya kreativitas. Kadang justru karena terlalu banyak mikir. “Mau bikin konten edukasi?” “Kayaknya udah banyak.” “Konten lucu?” “Takut cringe.” “Vlog?” “Emang ada yang mau nonton?” Akhirnya satu jam berlalu dan yang jadi cuma folder bernama “New Folder”. Padahal, sebenarnya ide konten bisa datang dari hal-hal yang sangat sederhana.
Nggak Harus Selalu Ide yang “Wah”
Kesalahan yang sering terjadi adalah kita merasa sebuah konten harus punya ide yang luar biasa supaya menarik. Padahal nggak selalu begitu. Kadang, sesuatu yang menurut kita biasa aja justru relatable buat orang lain. Misalnya pengalaman sebagai mahasiswa: “Hal yang cuma dimengerti anak Mass Comm.” Atau: “POV: Dosen bilang tugasnya gampang.” Atau bahkan: “Seharian jadi anak Mass Comm.” Sederhana, tapi bisa menarik karena orang yang melihat merasa, “Anjir, gue banget.” Jadi, jangan selalu mencari ide yang belum pernah ada. Coba cari sudut pandang yang berbeda dari sesuatu yang sudah ada.
Mulai dari Hal yang Kamu Alami
Kalau benar-benar mentok, coba lihat kehidupan sehari-hari. Apa yang baru kamu alami? Apa yang bikin kamu kesal? Apa yang bikin kamu ketawa? Apa yang baru kamu pelajari? Apa yang sering kamu lakukan? Dari situ sebenarnya sudah banyak bahan yang bisa dikembangkan menjadi konten. Misalnya kamu baru belajar public speaking. Daripada cuma membuat konten “Pengertian Public Speaking”, kamu bisa membuat: “3 Kesalahan yang Bikin Presentasi Kamu Kelihatan Gugup.” Materinya sama, tetapi cara menyampaikannya berbeda. Ini yang disebut mengubah topik menjadi konten.
Jangan Kebanyakan Mikir Sampai Nggak Mulai
Kadang masalah terbesar dalam membuat konten bukan kurangnya ide, tapi overthinking. Takut jelek. Takut nggak ada yang nonton. Takut dikritik. Takut dibilang cringe. Takut hasilnya nggak sesuai ekspektasi. Akhirnya? Nggak bikin apa-apa. Padahal konten pertama memang belum tentu bagus. Dan itu normal. Nggak ada content creator yang langsung jago sejak konten pertama mereka. Skill bikin konten datang dari proses coba → upload → lihat hasil → evaluasi → coba lagi. Jadi daripada sibuk mikirin apakah kontennya bakal viral, lebih baik mulai dulu.
Cari Ide dari “Masalah”
Salah satu cara gampang menemukan ide adalah melihat masalah yang sering dialami orang. Misalnya banyak mahasiswa bingung: “Gimana sih bikin presentasi yang nggak membosankan?” Nah, itu sudah bisa menjadi ide konten. Atau: “Kenapa susah banget ngomong di depan kamera?” Bisa jadi konten. “Gimana cara bikin caption yang nggak kaku?” Juga bisa. Intinya, kalau ada masalah yang sering ditanyakan orang, kemungkinan besar ada orang lain yang juga membutuhkan jawabannya.
Konten Nggak Harus Viral
Ini juga penting. Kadang kita terlalu fokus dengan views. “Kalau nggak 10 ribu views berarti gagal?” Nggak juga. Sebuah konten tetap bisa punya value walaupun nggak langsung viral. Mungkin ada satu orang yang jadi tahu sesuatu setelah melihat konten kamu. Mungkin ada orang yang merasa relate. Mungkin ada yang terhibur. Atau mungkin kamu sendiri jadi belajar sesuatu dari proses membuatnya. Karena tujuan membuat konten nggak selalu tentang angka. Kadang, konten adalah tentang menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Jadi, Kalau Bingung Bikin Konten Apa?
Coba berhenti mencari ide yang terlalu jauh. Lihat sekitar. Lihat kehidupan kamu. Lihat hal-hal yang sedang kamu pelajari. Lihat masalah yang sering dialami orang. Lalu tanyakan satu hal sederhana: “Kalau gue mengalami ini, kira-kira orang lain juga pernah nggak?” Kalau jawabannya iya, mungkin di situlah ide kontennya. Karena sebenarnya, ide konten ada di mana-mana. Yang bikin susah adalah kita sering terlalu sibuk mencari sesuatu yang “wah”, sampai lupa bahwa hal sederhana yang kita alami setiap hari juga bisa jadi cerita. Jadi kalau besok kamu buka laptop, kamera udah siap, tapi masih bilang, “Gue bikin konten apa ya?” Tenang. Kamu nggak kehabisan ide. Mungkin kamu cuma belum melihat ide yang ada di depan mata.
Comments :