Gambar kabah saat pandemi berlangsung, social distancing tetap diterapkan.

 

Awal tahun 2020 tidak hanya Indonesia tapi hampir seluruh dunia terkena pandemi Covid 19 yang awalnya hanya terjadi di Huwan China. Indonesia dinyatakan terkena papa besar kwerundemic covid 19.

Pandemi ini menyebabkan munculnya larangan para Jemaah umrah yang akan berangkat ke tanah suci. Larangan tersebut dimulai pada akhir Februari 2020 atau hampir 2 tahun yang lalu. Saat itu Jemaah yg sudah berada di bandara Soekarno Hatta dibuat tidak pasti akan keberangkatannya ke tanah suci dan akhirnya pemerintah memutuskan untuk menghapus ibadah umrah dan haji selama masa pandemi.

Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang harus ditanggung oleh para penyelenggara ibadah umrah tersebut. Mereka harus mengembalikan semua biaya kepada para calon Jemaah mereka. Sejak saat itu boleh dikatakan bahwa sector pariwisata mulai mengalami guncangan yang cukup hebat.

Sejak saat itu muncul aturan PPKM yang membatasi pergerakan manusia pada umumnya . jangankan untuk berlibur , untuk bekerja saja pemerintah membuat aturan hanya 30% yang boleh masuk kantor demi untuk mencegah penyebaran dari Covid 19 . Sektor – sektor usaha non esensial diluar usaha makanan, dianjurkan untuk menghentikan kegiatannya. Banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban PHK terutama di sector pariwisata. Hotel, restoran, usaha rental kendaraan dan tempat tempat wisata menjadi sepi pengunjung, karena ada larangan untuk tidak keluar rumah dan disarankan untuk bekerja di rumah.

Dikutip dari Wikipedia , menurut Badan Pusat Statistik tercatat bahwa kunjungan wisman ke Indonesia pada awal 2020 mengalami penurunan 7,62 % atau setara dengan 1,27 juta kunjungan. Angka ini dicatat dari bandara sebagai pintu masuk utama wisman masuk ke Indonesia.

Banyak para pengusaha wisata banting stir mengerjakan usaha yang lain demi menyambung hidup selama pandemic. Tidak sedikit yang menjual asset mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup nya. Sedang untuk para karyawannya, tidak sedikit pula yang banting stir menjadi pengusaha kuliner yang dijual secara online .

Tempat tempat wisata otomatis tutup sehingga tampak tidak terawat. Hanya beberapa orang petugas keamanan saja yang masih tampak berjaga jaga untuk mengamankan asset perusahaan.

Begitu hebatnya pandemic Covid 19 menghantam segi perekonomian Indonesia. Akhir tahun 2021, pandemi sedikit demi sedikit mulai berkurang. UKM dan sektor industri mulai bergeliat kembali termasuk sector pariwisata semenjak dilonggarkannya PPKM dan makin banyaknya masyarakat Indonesia yang sudah melakukan suntik vaksinasi anti Covid 19 .

Pulau Bali sebagai tolok ukur wisata Indonesia mulai menerima kunjungan kembali para wisatawan baik manca Negara dan domestik, itupun dengan aturan yang ketat agar tidak ada lagi yang terjangkit Covid 19

Walaupun masih Adanya pembatasan jumlah pengunjung di tempat wisata, hotel, rumah makan, tapi sudah mulai membangkitkan kembali usaha di bidang pariwisata. Hotel-hotel tidak lagi kosong, tempat wisata mulai dikunjungi dan usaha kuliner semakin maju.

Semoga di tahun 2022, covid 19 benar benar hilang sehingga perekonomian Indonesia bisa segera pulih bahkan lebih maju dari sebelumnya.