People Innovation Excellence

Menjadi Aktor yang Baik

Untuk menjadi actor yang baik, seseorang harus mengenali siapa dirinya sehingga dapat berakting secara wajar atau tidak berlebihan, santai, tidak kaku atau dibuat-buat dan tidak canggung, hal ini tidak dapat dilepaskan dari olah vocal, artikulasi dialog, ekspresi dan property atau artistic yang ada diatas panggung. Setelah itu, seorang actor juga harus menjiwai atau mengahayati peran yang dibawakan agar pesan yang ada didalam dialog dapat tersampaikan kepada penonton sehingga bisa menjadi motifasi, dan renungan, sehingga diperlukan penjiwaan atau motifasi seorang actor melakukan setiap gerakannya agar tampil secara mengesankan dan memiliki rasa dalam sebuah pementasan.

Dalam keaktoran sendiri ada beberapa cara agar actor (pemain) dapat mengenali tubuh mereka secara lebih dalam dengan cara olah vocal, dimana dalam proses ini melatih pita suara agar terus terbuka, sehingga volume, intonasi, artikulasi yang dikeluarkan oleh setiap actor dapat sesuai dengan naskah dan terdengar secara jelas. Kedua, olah nafas adalah proses bernafas yang keluar masuk lewat hidung dan mengelola nafas melalui diafragma atau nafas perut agar memiliki power vocal yang lebih baik. Ketiga adalah olah tubuh, dalam proses ini merupakan pelenturan dan pelemasan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan menggerakan seluruh anggota tubuh kita. Keempat adalah olah wajah, dengan proses ini actor akan melenturkan wajahnya dengan mencoba berbagai ekspresi, sehingga saat berdialog akan timbul ekspresi wajah yang sama dan seiraman sesuai dengan dialog yang diucapkan. Kelima adalah olah sukma, dimana proses ini merupakan pembentukan emosi untuk berkonsentrasi saat acting sehingga permainn akan lebih hidup.

Semua hal diatas tidak akan berjalan dengan baik jika actor tidak mempelajari kehidupan, dimana actor harus bisa merasakan bagaimana peran yang akan dimainkan sehingga actor harus observasi, membaca dan hal lainnya, lalu tidak memiliki kemauan sehingga tidak dapat perasaan atau imajinasi yang baik, selanjutnya tidak memiliki moral dan etika dimana dalam hal ini actor bersifat sombong dan tidak disiplin, dalam hal ini actor harus memiliki sifat rendah diri,disiplin, mau belajar, toleransi, tekun, memiliki rasa tanggung jawab.

Maka, kesimpulannya adalah ACT sudah pasti ACTING, tapi ACTING belum tentu ACT.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close